Yogyakarta, 14 September 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diskusi Teknis Pelaksanaan dan Pelatihan Tim Enumerator Survei Lapangan Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) Provinsi Aceh dan Maluku Utara pada 14–15 September 2026 di PORTA by Ambarrukmo, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan kajian inventarisasi ekosistem mangrove serta penyusunan fungsi ekosistem dalam Kesatuan Lanskap Mangrove di kedua provinsi.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Ketua Tim KLM Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Ni Putu Diana Mahayani, S.Hut., M.For., Ph.D. Dalam pembukaan tersebut, kegiatan pelatihan menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman dan mempersiapkan tim sebelum pelaksanaan survei lapangan di Aceh dan Maluku Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam penyusunan Kajian Inventarisasi Ekosistem Mangrove serta Penyusunan Fungsi Ekosistem dalam Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) di Provinsi Aceh dan Maluku Utara. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim Fakultas Kehutanan UGM bersama tim ahli dari Universitas Syiah Kuala (USK), Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu, dan Universitas Khairun (Unkhair), serta para enumerator yang akan terlibat langsung dalam survei lapangan.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan penyamaan metode pengumpulan data sebelum tim diterjunkan ke lapangan. Materi pelatihan mencakup aspek spasial melalui praktik penggunaan drone dan AppSheet, aspek biofisik yang meliputi flora dan fauna, aspek sosial ekonomi, serta administrasi survei.
Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan persiapan rencana survei lapangan. Tahap ini menjadi bagian penting untuk menyelaraskan metode dan kebutuhan data antartim sehingga informasi spasial, biofisik, dan sosial ekonomi yang diperoleh dari lapangan dapat saling melengkapi dalam menggambarkan kondisi Kesatuan Lanskap Mangrove secara komprehensif.
Pada hari kedua, kegiatan berfokus pada diskusi teknis mengenai pelaksanaan survei di Aceh dan Maluku Utara. Tim enumerator biofisik dan sosial ekonomi memaparkan rencana rute perjalanan serta pelaksanaan kegiatan lapangan di masing-masing wilayah. Paparan tersebut selanjutnya dibahas bersama tim teknis untuk mematangkan rencana survei sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan UGM berkontribusi dalam penguatan basis data dan informasi mengenai ekosistem mangrove sebagai salah satu landasan pengelolaan mangrove yang lebih terencana. Integrasi data spasial, biofisik, dan sosial ekonomi diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi lanskap mangrove sekaligus mendukung penyusunan fungsi dan arah pengelolaan Kesatuan Lanskap Mangrove di Aceh dan Maluku Utara.
Kolaborasi antara Fakultas Kehutanan UGM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan perguruan tinggi di wilayah kajian juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Keterlibatan berbagai institusi dan disiplin ilmu diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas data yang diperoleh, tetapi juga membangun kesamaan metode serta kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pengelolaan ekosistem mangrove di Indonesia.
Penulis: Satriagasa
Dokumentasi: tim KLM FKT UGM
Editor: Budi Mulyana
