Yogyakarta (9/10) — Dua puluh lima tahun perjalanan menjadi momen istimewa bagi para alumni Rimbawan 2001 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) untuk kembali merajut kebersamaan, mengenang perjalanan, sekaligus meneguhkan komitmen terhadap kelestarian hutan. Mengusung tema “Mulat Maring Akar Guyub Ing Kenangan”, rangkaian Reuni Perak Rimbawan 2001 UGM diwarnai dengan kegiatan penanaman pohon pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan yang dihadiri Dekan Fakultas Kehutanan Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU beserta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. dan Alumni Rimbawan 2001. Hal ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kontribusi nyata bagi keberlanjutan alam.

Kegiatan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan mengakar selama 25 tahun perjalanan para alumni rimbawan 2001. Sebagaimana pohon yang membutuhkan akar kuat untuk tumbuh dan bertahan, kebersamaan, persaudaraan, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM menjadi fondasi yang terus menguatkan langkah para alumni rimbawan 2001 dalam berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para alumni Rimbawan 2001 juga menegaskan kembali peran rimbawan dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Setiap pohon yang ditanam menjadi harapan bagi masa depan, mengingatkan bahwa upaya pelestarian alam membutuhkan kepedulian, konsistensi, serta kolaborasi lintas generasi.
Falsafah “Mulat Maring Akar Guyub Ing Kenangan” mengandung makna mendalam tentang kembali menengok akar perjalanan, merawat kenangan, dan mempererat persaudaraan yang telah terjalin. Reuni ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan selama seperempat abad, sekaligus memperbarui semangat untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan almamater tercinta.
Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, Reuni Perak Rimbawan 2001 UGM menjadi momentum untuk menumbuhkan harapan baru. Berbagai jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain Hopea hainanensis Merr. & Chun (Hopea Hainan), eboni (Diospyros celebica Bakh.), eboni Gabon (Diospyros crassiflora Hiern), kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees)), jarak roda (Hura crepitans L.), kepuh (Sterculia foetida L.), kiputri (Podocarpus neriifolius D. Don), gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke), gaharu Malaka (Aquilaria malaccensis Lam.), meranti sarang punai (Shorea parvifolia Dyer), mundu (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz), duku (Lansium domesticum Corrêa), merbau (Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze), balsa (Ochroma pyramidale (Cav. ex Lam.) Urb.), cendana (Santalum album L.), nagasari (Mesua ferrea L.), keben (Barringtonia asiatica (L.) Kurz), tengkawang (Shorea seminis (de Vriese) Slooten), dan merawan (Hopea odorata Roxb.).
Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Semangat ini sejalan dengan persaudaraan Rimbawan 2001 yang diharapkan senantiasa terjaga, tetap kokoh, dan terus menumbuhkan kebaikan sepanjang masa.

Dua puluh lima tahun telah berlalu, tetapi akar persaudaraan tetap tertanam kuat. Dari kenangan tumbuh kebersamaan, dari kebersamaan lahir kepedulian, dan dari setiap pohon yang ditanam tumbuh harapan bagi hutan dan kehidupan.
Salam Lestari!
Penulis : Dian
Editor : Muhammad Chrisna Satriagasa