
Yogyakarta (12/10) — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Senin, 12 Oktober 2026. Kunjungan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.
Pertemuan ini berfokus pada pembahasan strategi peningkatan reputasi institusi dalam pemeringkatan internasional, khususnya QS World University Rankings dan QS World University Rankings by Subject pada bidang Agriculture & Forestry. Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin berupaya menggali pengalaman dan praktik baik dalam memperkuat daya saing akademik serta meningkatkan visibilitas institusi di tingkat global.
Dalam diskusi tersebut, disampaikan bahwa Universitas Hasanuddin saat ini berada pada kelompok peringkat 251–300 dunia untuk bidang Agriculture & Forestry, dengan target mencapai kelompok peringkat 151–200 dunia. Sementara itu, Fakultas Kehutanan UGM saat ini telah berada pada kelompok peringkat 151–200 dunia pada bidang yang sama. Capaian ini menjadi salah satu referensi dalam pertukaran pengalaman dan pembelajaran strategis terkait penguatan reputasi akademik serta peningkatan daya saing institusi di tingkat internasional.
Strategi peningkatan peringkat menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Pada pemeringkatan QS World University Rankings by Subject bidang Agriculture & Forestry, terdapat lima indikator utama yang menjadi perhatian, yaitu Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Paper, H-index, dan International Research Network. Masing-masing indikator merepresentasikan aspek penting dalam penguatan reputasi akademik, relevansi lulusan, dampak publikasi ilmiah, produktivitas penelitian, serta jejaring kolaborasi internasional.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penyusunan strategi yang terukur dan berbasis data. Penguatan reputasi akademik dapat dilakukan melalui peningkatan kolaborasi dengan akademisi dan institusi internasional, perluasan jejaring riset lintas negara, serta pengenalan keunggulan akademik dan penelitian kepada komunitas global. Sementara itu, reputasi di kalangan pemberi kerja dapat diperkuat melalui hubungan yang lebih erat dengan dunia usaha, pemerintah, lembaga penelitian, dan berbagai pemangku kepentingan di bidang kehutanan dan pertanian.
Dari sisi penelitian, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, dampak sitasi, dan produktivitas riset menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing institusi. Pengembangan riset kolaboratif yang menghasilkan publikasi berkualitas dan memiliki kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan kehutanan, konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan juga menjadi langkah strategis untuk memperluas pengakuan internasional.

Melalui benchmarking ini, Fakultas Kehutanan UGM dan Universitas Hasanuddin membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan tinggi kehutanan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi Universitas Hasanuddin dalam merumuskan prioritas program, menetapkan target peningkatan kinerja pada setiap indikator, serta menyusun langkah strategis untuk mencapai sasaran pemeringkatan internasional.
Lebih dari sekadar upaya meningkatkan posisi dalam pemeringkatan global, pertemuan ini menegaskan bahwa reputasi perguruan tinggi dibangun melalui komitmen berkelanjutan terhadap mutu pendidikan, keunggulan penelitian, kolaborasi internasional, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antarlembaga pendidikan tinggi diharapkan turut memperkuat posisi pendidikan tinggi kehutanan Indonesia di kancah internasional.
Editor : Budi Mulyana
Dokumentasi : Sekretariat Dekanat
Penulis : Roma Dian