
Los Baños, Filipina, 20 Oktober 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam konferensi internasional bertajuk “SUSTAINing Southeast Asia’s Agricultural Futures” yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA) pada 19–20 Oktober 2026 di Los Baños, Laguna, Filipina. Konferensi ini menjadi forum pertukaran pengetahuan dan hasil penelitian dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, ketahanan iklim, serta pengelolaan sumber daya alam di kawasan Asia Tenggara.
Fakultas Kehutanan UGM diwakili oleh Dekan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU., dan dosen Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan, Ir. Muhammad Chrisna Satriagasa, Ph.D., yang turut berpartisipasi sebagai pemakalah dalam sesi presentasi ilmiah. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen Fakultas Kehutanan UGM untuk memperluas kontribusi akademik dan memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Konferensi yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan 60 tahun SEARCA ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Beragam topik strategis dibahas, mulai dari inovasi pertanian, ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, pengelolaan lanskap, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pengembangan pendidikan tinggi yang responsif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konferensi tersebut, Muhammad Chrisna Satriagasa mempresentasikan penelitian berjudul “Watershed-Based Pathways for Climate-Resilient Rice Production: Ecohydrological Evidence from the Cimanuk Watershed, Indonesia” pada sesi paralel “Sustaining Resilient Landscapes through Climate Adaptation”, Senin (19/10).
Penelitian tersebut mengangkat pentingnya pendekatan berbasis daerah aliran sungai (DAS) dalam memahami keterkaitan antara kondisi iklim, respons vegetasi hutan, dan keberlanjutan produksi pertanian. Dengan mengambil studi kasus DAS Cimanuk di Jawa Barat, penelitian ini memanfaatkan data penginderaan jauh dan analisis hidroklimatologi untuk mengevaluasi respons vegetasi hutan terhadap kejadian kekeringan.
Kajian ini menekankan bahwa pengelolaan DAS memiliki peran strategis dalam mendukung adaptasi perubahan iklim, terutama pada wilayah yang memiliki keterkaitan erat antara ekosistem hutan dan aktivitas pertanian. Pendekatan ekohidrologi yang mengintegrasikan kondisi tutupan lahan, variabilitas iklim, dan karakteristik wilayah diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan strategi pengelolaan lanskap yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Selain diseminasi hasil penelitian, keikutsertaan Fakultas Kehutanan UGM dalam konferensi ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi dan jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta alumni SEARCA di kawasan Asia Tenggara. Forum ini membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi dalam bidang pengelolaan sumber daya alam, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
Partisipasi Fakultas Kehutanan UGM dalam SEARCA 2026 sekaligus menegaskan relevansi ilmu kehutanan dalam menjawab tantangan lintas sektor. Ekosistem hutan tidak hanya berperan dalam konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki keterkaitan penting dengan pengaturan tata air, ketahanan lanskap, dan keberlanjutan sistem produksi pangan.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum internasional ini, Fakultas Kehutanan UGM terus mendorong penguatan peran pendidikan tinggi, penelitian, dan kerja sama internasional untuk menghasilkan kontribusi ilmiah yang relevan bagi pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, baik di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara.
Penulis & dokumentasi: Satriagasa
Editor: Budi Mulyana