GUNUNGKIDUL – Sebanyak 297 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Praktikum Konservasi Tanah dan Air (KTA) Fakultas Kehutanan UGM mengikuti kegiatan praktikum lapangan yang berlangsung di Jati Mega, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wanagama, Gunungkidul. Kegiatan yang terbagi dalam dua gelombang pelaksanaan ini diikuti oleh mahasiswa yang mayoritas merupakan angkatan 2025.
Didampingi langsung oleh dosen pengampu, Ir. Muhammad Chrisna Satriagasa, Ph.D., praktikum ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teoritis di ruang kelas dengan aplikasi teknis di lapangan. Selama kegiatan, para mahasiswa mempraktikkan berbagai metode untuk mengukur parameter hidrologi dan erosi tanah. Materi yang dipelajari mencakup pembuatan plot kecil untuk mengukur kehilangan tanah, pengoperasian Stasiun Pengamat Aliran Sungai (SPAS), perancangan teknis struktur terasering, hingga penggunaan erosion bridge untuk mengukur tingkat erosi alur secara presisi.

Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengukuran intersepsi tajuk pohon melalui pengamatan aliran batang (stemflow) dan air terobosan (throughfall). Pengukuran ini penting untuk memahami sejauh mana vegetasi hutan mampu menahan dan mendistribusikan air hujan sebelum mencapai permukaan tanah.

Pelaksanaan praktikum pada hari pertama terasa istimewa karena bertepatan dengan turunnya hujan perdana di wilayah Yogyakarta setelah kemarau panjang. Momen ini memberikan pengalaman belajar yang intuitif, di mana mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung proses pembasahan tajuk, presipitasi, meskipun belum sampai teramati kemunculan aliran permukaan (run off) di area plot pengamatan.
Melalui kegiatan lapangan ini, Fakultas Kehutanan UGM terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang memiliki keahlian praktis dalam pengelolaan lanskap, perlindungan tanah, serta mitigasi degradasi lahan demi kelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan.
Penulis: Satriagasa
Dokumentasi: Tim coas KTA
Editor: Budi Mulyana