BLORA/NGAWI (13/06/2026) – Pengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklathut UGM Blora – Ngawi, telah melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar-Dasar Teknik Perlindungan dan Pengamanan Hutan selama 6 hari mulai tanggal 8 – 13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kemampuan hardskill dan softskill tim lapangan KHDTK Diklathut UGM untuk menunjang keberhasilan program rehabilitasi yang ada di KHDTK UGM Getas-Ngawi. Diklat Perlindungan dan Pengamanan Hutan ini diikuti sebanyak 37 orang yang terdiri dari Satuan Pengamanan Hutan, Tim Pendamping Lapangan, dan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan. Kegiatan Diklat ini merupakan salah satu program dari “Implementasi Folu Net Sink 2030 melalui dukungan sumber dana Kerjasama Indonesia dan Norwegia Tahap Kedua dan Ketiga.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang pengelolaan dan arah kebijakan KHDTK Diklathut UGM, implementasi Program FOLU Net Sink 2030 dalam mendukung pengelolaan KHDTK, Integritas dan Etika Pengelola Hutan, serta materi-materi berkaitan dengan Dasar-dasar Teknik Perlindungan dan Pengamanan Hutan, dan pengendalian kebakaran hutan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Pelatihan ini juga dirancang untuk membentuk dan meningkatkan kesamaptaan peserta, meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan deteksi dini gangguan perlindungan dan keamanan hutan serta tindakan awal penegakan hukum (pre-law enforcement). Direktur KHDTK Diklathut UGM Blora – Ngawi, Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc. menegaskan urgensi pelatihan ini sangat penting yaitu “untuk mengupgrade kemampuan Satuan Pengamanan Hutan dan Tim Pendamping Lapangan dalam mengamankan hutan, kawasan hutan, hasil hutan di KHDTK sehingga dapat melakukan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan dari beberapa tindakan seperti illegal logging, perambahan hutan, perburuan TSL secara illegal, dan kegiatan gangguan keamanan hutan lainnya.”.

Pendidikan dan Pelatihan Perlindungan dan Pengamanan Hutan ini melibatkan berbagai narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya, antara lain Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum. dari Fakultas Filsafat UGM; Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc., Dr. Mochammad Danang Anggoro, S.Si., M.Si., dan Ir. Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng. dari Fakultas Kehutanan UGM, Narasumber dari Direktorat Jenderal GAKKUM Kementerian Kehutanan, Balai GAKKUM Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara, Kejaksaan Negeri Ngawi, Polres Blora, dan Tahura KGPAA Mangkunegoro I. Materi pelatihan disesuaikan dengan kurikulum yang telah disusun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pematerian pelatihan ini terdiri dari materi ruang, praktik lapangan, studi banding, dan ujian kompetensi. Materi ruang meliputi Etika dan Integritas; Perlindungan dan Pengamanan Hutan menurut Undang-Undang; Identifikasi Gangguan Keamanan Hutan; Teknik Penanggulangan Kondisi Chaos/huru-hara; Teknik Patroli Pengamanan Hutan, serta berbagai materi penunjang lainnya.

Pada hari pertama, Senin (8/6), kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU. sekaligus koordinator kegiatan project FOLU Net Sink NC RBC 2&3. Pada hari-bari berikutnya peserta diberikan materi gabungan meliputi materi fisik berupa olahraga, pelatihan baris-berbaris, dasar-dasar teknik bela diri, dan penggunaan tongkat-borgol yang dipandu langsung oleh Polisi Kehutanan dari Balai GAKKUM Jabalnusra. Setelah itu dilaksanakan materi ruang hingga sore. Malam harinya, peserta diterjunkan ke lapangan untuk melaksanakan simulasi patroli keamanan. Tiap peleton diminta untuk melakukan perencanaan dan pembagian peran. Setiap malam GAKKUM akan memberikan studi kasus yang berbeda-beda. Peserta diminta untuk melakukan eksekusi sesuai kasus yang diberikan, sehingga peserta terlatih mengambil keputusan hukum secara cepat dan tepat. Simulasi ini penting untuk melatih kesiapsiagaan di lapangan yang membutuhkan respons taktis dan mental yang kuat saat menghadapi kondisi tak terduga. Pada akhir simulasi dilaksanakan apel penutup dan evaluasi kegiatan. Pada hari terakhir, Sabtu (13/6), dilaksanakan uji kompetensi untuk menguji pemahaman peserta setelah mendapatkan semua materi meliputi tes tulis, tes fisik, dan tes komunikasi melalui FGD studi kasus.

Dalam pesan dan kesannya saat penutupan Pelatihan, peserta menyampaikan apresiasi positif, dan berterimakasih karena telah mendapatkan pembelajaran yang sangat bermanfaat untuk mendukung pelaksanaan tugas keseharian baik sebagai Satuan Pengamanan Hutan maupun Tim Pendamping Lapangan. Mereka berharap kegiatan ini dapat diulang lagi di masa-masa mendatang karena dapat meningkatkan jiwa korsa antar tim KHDTK yang semakin solid, sekaligus sebagai sarana healing.
Penulis: Maulida Muhadini (editor: Teguh Yuwono)
Dokumentasi: Maulida Muhadini, Muhamad Thoriq Akbar Yusuf.