Yogyakarta, 20 Juli 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menutup rangkaian The X International Forestry Summer Course (FSC) 2026 setelah berlangsung hampir 2 pekan. Mengusung tema Forest for Life: Managing Ecosystem Services in a Changing Climate, program ini mempertemukan peserta dari 18 negara dalam ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman terkait pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Sebelum prosesi penutupan, peserta mengikuti Closing Lecture yang disampaikan oleh Prof. Dr.rer.nat. Ir. Sena Adi Subrata, S.Hut., M.Sc., IPU. Dalam kuliah bertajuk A Conceptual Framework to Unify Emergent Topics in Forest Management, Prof. Sena mengajak peserta merefleksikan seluruh materi yang telah dipelajari selama program. Berbagai topik yang telah dibahas, mulai dari keanekaragaman hayati, hidrologi hutan, agroforestri, konservasi tanah dan air, hingga kehutanan sosial, dirangkai dalam satu kerangka pengelolaan ekosistem yang menekankan keterkaitan antara struktur ekosistem, proses ekologis, jasa ekosistem, manfaat bagi masyarakat, dan nilai yang dihasilkan. Kuliah tersebut menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan pendekatan terpadu dan menempatkan manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem.

Selanjutnya, peserta mempresentasikan Group Project sebagai luaran utama dari Forestry Summer Course 2026. Dalam lima kelompok internasional, peserta melakukan analisis komparatif lintas negara dengan membandingkan berbagai pendekatan pengelolaan hutan di negara-negara masing-masing. Beragam topik diangkat, mulai dari karbon hutan dan mata pencaharian adaptif terhadap perubahan iklim, ketahanan keanekaragaman hayati, rehabilitasi lahan dan daerah aliran sungai, kehutanan berbasis masyarakat, hingga tata kelola kehutanan. Melalui kolaborasi tersebut, setiap kelompok menyusun rekomendasi dan solusi terpadu yang menggabungkan praktik terbaik dari berbagai negara sebagai respons terhadap tantangan kehutanan global.
Dalam acara penutupan, Ketua Panitia Forestry Summer Course 2026, Ir. Ni Putu Diana Mahayani, S.Hut., M.For., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, mitra, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan program. Ia berharap jejaring internasional yang telah terbentuk selama kegiatan dapat terus berkembang menjadi kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.
Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim, degradasi hutan, dan hilangnya keanekaragaman hayati merupakan isu global yang memerlukan kerja sama lintas negara dan lintas disiplin ilmu. Fakultas Kehutanan UGM berkomitmen untuk terus menjadi ruang kolaborasi internasional yang mendorong lahirnya inovasi, pertukaran pengetahuan, serta kemitraan strategis dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga jejaring yang telah terbangun selama Forestry Summer Course 2026 melalui berbagai peluang kolaborasi akademik, penelitian, dan studi lanjut di Fakultas Kehutanan UGM. Menutup sambutannya, beliau mengundang para peserta untuk kembali berpartisipasi dalam penyelenggaraan Forestry Summer Course tahun depan serta mengajak mereka untuk memperkenalkan program ini kepada rekan dan kolega di negara masing-masing agar semakin banyak generasi muda dapat terlibat dalam membangun masa depan kehutanan yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada peserta, penyampaian kesan dan pesan, serta sesi foto bersama sebagai simbol berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal dari jejaring persahabatan dan kolaborasi internasional yang diharapkan dapat terus berkembang setelah Forestry Summer Course 2026.
Melalui penyelenggaraan Forestry Summer Course 2026, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan kemitraan internasional. Lebih dari sekadar program akademik, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai negara untuk belajar bersama, bertukar perspektif, serta membangun solusi kolaboratif untuk masa depan hutan dan keberlanjutan kehidupan di tingkat global.
Penulis: Satriagasa
Editor: Budi Mulyana
Foto: tim Dokumentasi Forestry Summer Course 2026