Sleman, 18 Juli 2026 – Peserta The X International Forestry Summer Course (FSC) 2026 mengikuti kegiatan lapangan di kawasan lereng Gunung Merapi untuk mempelajari konservasi keanekaragaman hayati serta upaya restorasi ekosistem pascaerupsi. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana pengelolaan kawasan konservasi dilakukan pada lanskap yang dinamis dan rentan terhadap bencana alam.
Kegiatan diawali dengan Biodiversity Walk and Interpretation di kawasan Turgo yang dipandu oleh tim Turgo Wildlife bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. Selama kegiatan, peserta melakukan pengamatan terhadap keanekaragaman flora dan fauna serta mempelajari pentingnya interpretasi lingkungan sebagai bagian dari pendidikan konservasi. Diskusi kemudian dilanjutkan di Hutan Pinus Ngandong, di mana peserta bertukar pandangan mengenai tantangan dalam pengelolaan kawasan



